https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/issue/feedRIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam2026-07-02T17:54:12+00:00Emfiandri Hasimaanhasim88@gmail.comOpen Journal Systems<p>Fokus pada pemberian kesempatan bagi para peneliti di bidang pendidikan khususnya hasil-hasil penelitian dan penelitian yang relevan dengan Pendidikan Islam untuk dipublikasikan.</p> <p>Adapun ruang lingkup Pendidikan Islam yang dimaksud adalah:</p> <p>Pendidikan Islam di Madrasah (Sekolah Islam) baik dari Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah, Pesantren, Pendidikan Islam di Sekolah Umum baik dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dan Pendidikan Islam di Universitas</p>https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/260REKONSTRUKSI TABU SEKSUALITAS DALAM PEMBELAJARAN FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH2026-06-30T15:01:52+00:00Ida Fitriingahidafitri@gmail.comKhayra Cynthia Rohanakcrohana@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah masih didominasi pendekatan legalistik yang berfokus pada aspek ritual baligh dan <em>thaharah</em>, sehingga belum mengakomodasi pendidikan seksualitas yang berorientasi pada perlindungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kurikulum <em>Al-Tarbiyah al-Jinsiyyah</em> kontemporer berbasis khazanah turats Islam untuk memperkuat pencegahan kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan <em>Critical Hermeneutics</em> dan <em>Qualitative Content Analysis</em>. Sumber data meliputi kitab <em>Tarbiyatul Awlad fi al-Islam</em>, literatur fikih klasik, dokumen Kurikulum Merdeka Madrasah, dan berbagai kajian ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi nilai <em>Adab al-Isti'dzan</em>, <em>'iffah</em>, <em>ghaddu al-bashar</em>, literasi digital, dan <em>bodily autonomy</em> dalam materi baligh dan <em>thaharah</em>. Penelitian ini menghasilkan prototipe modul suplemen Fikih berbasis naratif serta model pembelajaran <em>Problem-Based Learning</em> yang mendukung pencegahan kekerasan seksual dan memperkuat fungsi transformatif Pendidikan Agama Islam di madrasah.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islamhttps://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/261REORIENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MELALUI FIQH AL-BI'AH: SEBUAH KAJIAN KEPUSTAKAAN2026-06-30T15:00:03+00:00Daniel Abdullahdaniel.abdullah1704@hotmail.comBilal Ramadhanbilal09.ramadhan@outlook.com<p>Krisis ekologi global menuntut reposisi peran pendidikan Islam yang selama ini dikritik cenderung berwatak antroposentris dan memisahkan ibadah ritual dari tanggung jawab pelestarian alam. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk merekonstruksi dan mereorientasi komponen struktural kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan basis epistemologis <em>fiqh al-bi'ah</em> (fikih lingkungan). Melalui metode kajian kepustakaan integratif (<em>integrative literature review</em>), artikel ini menyintesis khazanah etika lingkungan Islam kontemporer dengan teori pengembangan kurikulum modern. Hasil penelitian merumuskan rekonstruksi operasional pada empat komponen utama kurikulum, yaitu redefinisi tujuan pembelajaran berbasis kesalehan ekologis (<em>ecological piety</em>), integrasi materi ajar melalui ayat-ayat kosmis (<em>āyāt kawniyyah</em>), transformasi metodologi pembelajaran berbasis ekopedagogi transformatif, serta penerapan penilaian autentik perilaku ramah lingkungan. Implikasi teoretis penelitian ini menggeser orientasi motivasi peserta didik dari kepatuhan regulatif-sekuler menuju kesadaran kosmik-transendental, sekaligus mengukuhkan lembaga pendidikan Islam sebagai basis pembentukan agen perubahan sosial-ekologis.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islamhttps://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/259REKONSTRUKSI KOMPETENSI GURU BERBASIS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ISLAM UNTUK KURIKULUM MERDEKA2026-06-30T15:09:51+00:00Muhammad Zayyanim.zayyan14@outlook.co.idFauzan Akbar Munthemunthe.fauzan@outlook.co.id<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memahami karakteristik peserta didik berdasarkan fase perkembangan. Namun, kompetensi guru masih cenderung berorientasi pada aspek administratif sehingga belum sepenuhnya mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model kompetensi guru berbasis psikologi perkembangan Islam sebagai penguatan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, karya Imam Al-Ghazali, serta berbagai literatur ilmiah mengenai kompetensi guru dan psikologi perkembangan. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, sintesis konseptual, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori perkembangan Jean Piaget, teori sosiokultural Lev Vygotsky, dan pemikiran Al-Ghazali menghasilkan dua model kompetensi utama, yaitu Kompetensi Pedagogik-Perkembangan dan Kompetensi Kepribadian-Mentoring. Kedua kompetensi tersebut memperkuat kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi sekaligus membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan spiritual peserta didik.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islamhttps://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/258DILEMA EPISTEMIS GURU SKI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN2026-06-30T15:11:50+00:00Adrian Syahputra Malikadrians.malik@outlook.co.idArfan Dhiaurrahmandhiaurrahman2112@outlook.co.id<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh Kementerian Agama RI memunculkan tantangan baru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya terkait ketegangan antara objektivitas sejarah dan internalisasi nilai kasih sayang. Penelitian kualitatif berjenis studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk dilema epistemis guru SKI, membandingkan landasan filosofis KBC berupa khazanah mahabbah klasik dengan teori <em>care ethics</em> kontemporer, serta merumuskan strategi resolusi epistemis bagi pendidik. Hasil kajian menunjukkan adanya tiga bentuk dilema epistemis utama: konflik objektivitas versus idealisasi afektif, ketegangan narasi keagamaan versus realitas historis, serta beban reduksionisme metodologis. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan depersonalisasi argumen dan multiperspektivitas sejarah sebagai jalan keluar teoretis-praktis dalam mengimplementasikan KBC tanpa mengorbankan integritas keilmuan sejarah.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Dilema Epistemis, Kurikulum Berbasis Cinta, Sejarah Kebudayaan Islam, Madrasah Aliyah,</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islamhttps://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/264Rekonstruksi Pedagogi Sufistik sebagai Model Penguatan Resiliensi Mental Generasi Z dalam Pendidikan Agama Islam2026-07-02T17:54:12+00:00Syadidul Kaharkaharsyadidul@gmail.comEmfiandri Hasimaanhasim88@gmail.com<p>Meningkatnya kecemasan digital, krisis identitas, dan kerentanan psikologis pada Generasi Z menuntut Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan dalam memperkuat resiliensi mental peserta didik. Namun, kajian PAI masih didominasi pendekatan normatif dan pendidikan karakter sehingga belum menghasilkan model pedagogis yang mengintegrasikan khazanah tasawuf secara sistematis. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pedagogi sufistik sebagai model konseptual penguatan resiliensi mental Generasi Z dalam PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian konseptual. Data diperoleh dari karya-karya klasik tasawuf dan artikel jurnal ilmiah bereputasi terbitan 2020–2025, kemudian dianalisis melalui analisis isi, sintesis tematik, dan integrasi konseptual. Hasil penelitian menghasilkan model Pedagogi Sufistik yang mengintegrasikan <em>tazkiyat al-nafs</em>, <em>muraqabah</em>, <em>muhasabah</em>, <em>mujahadah</em>, dan <em>tawakkal</em> sebagai landasan pembentukan regulasi diri, kesadaran spiritual, serta resiliensi mental peserta didik. Model ini memperkaya epistemologi PAI sekaligus menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang responsif terhadap tantangan era digital.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam