https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/issue/feed RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam 2026-08-20T12:14:47+00:00 Emfiandri Hasim aanhasim88@gmail.com Open Journal Systems <p>Fokus pada pemberian kesempatan bagi para peneliti di bidang pendidikan khususnya hasil-hasil penelitian dan penelitian yang relevan dengan Pendidikan Islam untuk dipublikasikan.</p> <p>Adapun ruang lingkup Pendidikan Islam yang dimaksud adalah:</p> <p>Pendidikan Islam di Madrasah (Sekolah Islam) baik dari Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah, Pesantren, Pendidikan Islam di Sekolah Umum baik dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dan Pendidikan Islam di Universitas</p> https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/260 REKONSTRUKSI TABU SEKSUALITAS DALAM PEMBELAJARAN FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH 2026-06-30T15:01:52+00:00 Ida Fitri ingahidafitri@gmail.com Khayra Cynthia Rohana kcrohana@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah masih didominasi pendekatan legalistik yang berfokus pada aspek ritual baligh dan <em>thaharah</em>, sehingga belum mengakomodasi pendidikan seksualitas yang berorientasi pada perlindungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kurikulum <em>Al-Tarbiyah al-Jinsiyyah</em> kontemporer berbasis khazanah turats Islam untuk memperkuat pencegahan kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan <em>Critical Hermeneutics</em> dan <em>Qualitative Content Analysis</em>. Sumber data meliputi kitab <em>Tarbiyatul Awlad fi al-Islam</em>, literatur fikih klasik, dokumen Kurikulum Merdeka Madrasah, dan berbagai kajian ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi nilai <em>Adab al-Isti'dzan</em>, <em>'iffah</em>, <em>ghaddu al-bashar</em>, literasi digital, dan <em>bodily autonomy</em> dalam materi baligh dan <em>thaharah</em>. Penelitian ini menghasilkan prototipe modul suplemen Fikih berbasis naratif serta model pembelajaran <em>Problem-Based Learning</em> yang mendukung pencegahan kekerasan seksual dan memperkuat fungsi transformatif Pendidikan Agama Islam di madrasah.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/261 REORIENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MELALUI FIQH AL-BI'AH: SEBUAH KAJIAN KEPUSTAKAAN 2026-06-30T15:00:03+00:00 Daniel Abdullah daniel.abdullah1704@hotmail.com Bilal Ramadhan bilal09.ramadhan@outlook.com <p>Krisis ekologi global menuntut reposisi peran pendidikan Islam yang selama ini dikritik cenderung berwatak antroposentris dan memisahkan ibadah ritual dari tanggung jawab pelestarian alam. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk merekonstruksi dan mereorientasi komponen struktural kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan basis epistemologis <em>fiqh al-bi'ah</em> (fikih lingkungan). Melalui metode kajian kepustakaan integratif (<em>integrative literature review</em>), artikel ini menyintesis khazanah etika lingkungan Islam kontemporer dengan teori pengembangan kurikulum modern. Hasil penelitian merumuskan rekonstruksi operasional pada empat komponen utama kurikulum, yaitu redefinisi tujuan pembelajaran berbasis kesalehan ekologis (<em>ecological piety</em>), integrasi materi ajar melalui ayat-ayat kosmis (<em>āyāt kawniyyah</em>), transformasi metodologi pembelajaran berbasis ekopedagogi transformatif, serta penerapan penilaian autentik perilaku ramah lingkungan. Implikasi teoretis penelitian ini menggeser orientasi motivasi peserta didik dari kepatuhan regulatif-sekuler menuju kesadaran kosmik-transendental, sekaligus mengukuhkan lembaga pendidikan Islam sebagai basis pembentukan agen perubahan sosial-ekologis.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/259 REKONSTRUKSI KOMPETENSI GURU BERBASIS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ISLAM UNTUK KURIKULUM MERDEKA 2026-06-30T15:09:51+00:00 Muhammad Zayyani m.zayyan14@outlook.co.id Fauzan Akbar Munthe munthe.fauzan@outlook.co.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memahami karakteristik peserta didik berdasarkan fase perkembangan. Namun, kompetensi guru masih cenderung berorientasi pada aspek administratif sehingga belum sepenuhnya mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model kompetensi guru berbasis psikologi perkembangan Islam sebagai penguatan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, karya Imam Al-Ghazali, serta berbagai literatur ilmiah mengenai kompetensi guru dan psikologi perkembangan. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, sintesis konseptual, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teori perkembangan Jean Piaget, teori sosiokultural Lev Vygotsky, dan pemikiran Al-Ghazali menghasilkan dua model kompetensi utama, yaitu Kompetensi Pedagogik-Perkembangan dan Kompetensi Kepribadian-Mentoring. Kedua kompetensi tersebut memperkuat kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi sekaligus membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan spiritual peserta didik.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/258 DILEMA EPISTEMIS GURU SKI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA: SEBUAH STUDI KEPUSTAKAAN 2026-06-30T15:11:50+00:00 Adrian Syahputra Malik adrians.malik@outlook.co.id Arfan Dhiaurrahman dhiaurrahman2112@outlook.co.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh Kementerian Agama RI memunculkan tantangan baru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), khususnya terkait ketegangan antara objektivitas sejarah dan internalisasi nilai kasih sayang. Penelitian kualitatif berjenis studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk dilema epistemis guru SKI, membandingkan landasan filosofis KBC berupa khazanah mahabbah klasik dengan teori <em>care ethics</em> kontemporer, serta merumuskan strategi resolusi epistemis bagi pendidik. Hasil kajian menunjukkan adanya tiga bentuk dilema epistemis utama: konflik objektivitas versus idealisasi afektif, ketegangan narasi keagamaan versus realitas historis, serta beban reduksionisme metodologis. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan depersonalisasi argumen dan multiperspektivitas sejarah sebagai jalan keluar teoretis-praktis dalam mengimplementasikan KBC tanpa mengorbankan integritas keilmuan sejarah.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Dilema Epistemis, Kurikulum Berbasis Cinta, Sejarah Kebudayaan Islam, Madrasah Aliyah,</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/264 Rekonstruksi Pedagogi Sufistik sebagai Model Penguatan Resiliensi Mental Generasi Z dalam Pendidikan Agama Islam 2026-07-02T17:54:12+00:00 Syadidul Kahar kaharsyadidul@gmail.com Emfiandri Hasim aanhasim88@gmail.com <p>Meningkatnya kecemasan digital, krisis identitas, dan kerentanan psikologis pada Generasi Z menuntut Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan dalam memperkuat resiliensi mental peserta didik. Namun, kajian PAI masih didominasi pendekatan normatif dan pendidikan karakter sehingga belum menghasilkan model pedagogis yang mengintegrasikan khazanah tasawuf secara sistematis. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pedagogi sufistik sebagai model konseptual penguatan resiliensi mental Generasi Z dalam PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian konseptual. Data diperoleh dari karya-karya klasik tasawuf dan artikel jurnal ilmiah bereputasi terbitan 2020–2025, kemudian dianalisis melalui analisis isi, sintesis tematik, dan integrasi konseptual. Hasil penelitian menghasilkan model Pedagogi Sufistik yang mengintegrasikan <em>tazkiyat al-nafs</em>, <em>muraqabah</em>, <em>muhasabah</em>, <em>mujahadah</em>, dan <em>tawakkal</em> sebagai landasan pembentukan regulasi diri, kesadaran spiritual, serta resiliensi mental peserta didik. Model ini memperkaya epistemologi PAI sekaligus menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran yang responsif terhadap tantangan era digital.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/271 Pendidikan Agama Islam dan Internalisasi Sikap Bermusyawarah : Analisis Konseptual Berbasis Tauhid 2026-08-19T14:03:39+00:00 Muhammad Azhar mhdazhar@staini.ac.id <p>Musyawarah merupakan salah satu prinsip penting dalam ajaran Islam yang tidak hanya berkaitan dengan mekanisme pengambilan keputusan, tetapi juga merepresentasikan nilai persamaan, tanggung jawab, penghargaan terhadap perbedaan, dan pencarian kemaslahatan bersama. Dalam konteks pendidikan, sikap bermusyawarah perlu diinternalisasikan melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) secara lebih mendalam agar tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi berkembang menjadi karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis peran PAI dalam menanamkan sikap bermusyawarah dengan menjadikan ilmu tauhid sebagai landasan teologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari literatur ilmiah berupa artikel jurnal terakreditasi dan sumber akademik yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi sikap bermusyawarah dalam PAI dapat dibangun melalui tiga dimensi tauhid. Tauhid Rububiyah menanamkan kesadaran tentang kesamaan manusia sebagai makhluk Allah dan keterbatasan pengetahuan manusia. Tauhid Uluhiyah menempatkan musyawarah sebagai aktivitas yang diarahkan pada ketaatan kepada Allah dan kemaslahatan, bukan kemenangan pribadi. Sementara itu, tauhid Asma wa Sifat memberikan orientasi etis berupa kebijaksanaan, kasih sayang, penghargaan terhadap orang lain, dan pencarian pengetahuan sebelum mengambil keputusan. Implementasi nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran dialogis, diskusi, pembiasaan pengambilan keputusan secara kolektif, keteladanan guru, serta integrasi nilai syura dalam materi PAI. Dengan demikian, PAI berbasis tauhid dapat membentuk sikap musyawarah yang tidak hanya demokratis secara prosedural, tetapi juga berlandaskan akhlak dan tanggung jawab teologis.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Azhar https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/274 PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PANDANGAN ISLAM: KONSEP, NILAI, DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN 2026-08-20T12:14:47+00:00 Ibrahim Sirait ibrahimsirait@staini.ac.id Deni Putra Ardiyana deniputra@staini.ac.id Trisandi trisandi@staini.ac.id <p>Pendidikan karakter dalam perspektif Islam bertujuan membentuk manusia berinteligensi tinggi yang memiliki akhlak al-karimah, kesadaran spiritual, dan kepribadian terpuji berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, dan keteladanan Rasulullah SAW. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, nilai-nilai utama, dan implementasi pendidikan karakter berbasis Islam. Metode yang digunakan adalah <em>library research</em> dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui sumber utama Al-Qur'an, Hadis, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam Islam mencakup pembentukan akhlak terhadap Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan. Nilai karakter utamanya meliputi tauhid, kejujuran (<em>shiddiq</em>), amanah, tanggung jawab, keadilan, kesabaran, disiplin, kasih sayang, rendah hati, dan toleransi. Implementasi efektif membutuhkan integrasi pembelajaran, keteladanan pendidik, pembiasaan, penguatan nilai keagamaan, serta sinergi antara keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan karakter Islam tidak hanya membina perilaku sosial yang baik, tetapi juga membangun pertanggungjawaban spiritual kepada Allah SWT.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ibrahim Sirait, Deni Putra Ardiyana, Trisandi https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/273 PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI ANAK 2026-08-20T12:09:27+00:00 Deni Putra Ardiyana deniputra@staini.ac.id Trisandi trisandi@staini.ac.id Ibrahim Sirait ibrahimsirait@staini.ac.id <p>Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain memenuhi kebutuhan fisik, orang tua bertanggung jawab memberikan pendidikan, bimbingan, perhatian, motivasi, dan membentuk kebiasaan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pola asuh orang tua dalam meningkatkan prestasi anak serta mengidentifikasi bentuk pola asuh yang mendukung perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan dengan pola asuh, pendidikan keluarga, motivasi belajar, dan prestasi anak. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahap pengumpulan, reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung memberikan dampak positif terhadap prestasi anak. Sebaliknya, pola asuh otoriter berlebihan dapat menimbulkan tekanan, sedangkan pola asuh permisif dapat melemahkan disiplin dan tanggung jawab. Oleh karena itu, pola asuh perlu disesuaikan dengan usia, karakter, kebutuhan, dan kondisi anak melalui pendampingan belajar, komunikasi positif, penghargaan terhadap proses, pembiasaan belajar, serta keteladanan orang tua.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Deni Putra Ardiyana, Trisandi, Ibrahim Sirait https://jurnal.staini.ac.id/index.php/riyadhah/article/view/272 PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH 2026-08-20T12:02:23+00:00 Trisandi trisandi@staini.ac.id Ibrahim Sirait ibrahimsirait@staini.ac.id Deni Putra Ardiyana deniputra@staini.ac.id <p>Bullying merupakan persoalan yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, dan relasi sosial peserta didik di sekolah. Perundungan dapat berbentuk fisik, verbal, relasional, maupun digital serta berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan akademik korban. Artikel ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah bullying melalui internalisasi nilai akhlak dan pembentukan budaya sekolah yang aman dan inklusif. Penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur relevan tentang bullying, pendidikan karakter, PAI, peran guru, dan pencegahan kekerasan. Analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, pembacaan kritis, pengelompokan tema, perbandingan, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berkontribusi melalui internalisasi akhlak, keteladanan guru, integrasi nilai anti-bullying, pembiasaan positif, serta kolaborasi sekolah dan orang tua. Dengan demikian, PAI dapat menjadi fondasi moral-pedagogis dalam membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan menghargai martabat peserta didik.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Trisandi, Ibrahim Sirait, Deni Putra Ardiyana