REKONSTRUKSI TABU SEKSUALITAS DALAM PEMBELAJARAN FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH
DOI:
https://doi.org/10.66801/ryd.v1i1.260Keywords:
Al-Tarbiyah al-Jinsiyyah, Fikih, Madrasah Tsanawiyah, kekerasan seksualAbstract
ABSTRAK
Pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah masih didominasi pendekatan legalistik yang berfokus pada aspek ritual baligh dan thaharah, sehingga belum mengakomodasi pendidikan seksualitas yang berorientasi pada perlindungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi kurikulum Al-Tarbiyah al-Jinsiyyah kontemporer berbasis khazanah turats Islam untuk memperkuat pencegahan kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan Critical Hermeneutics dan Qualitative Content Analysis. Sumber data meliputi kitab Tarbiyatul Awlad fi al-Islam, literatur fikih klasik, dokumen Kurikulum Merdeka Madrasah, dan berbagai kajian ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan perlunya integrasi nilai Adab al-Isti'dzan, 'iffah, ghaddu al-bashar, literasi digital, dan bodily autonomy dalam materi baligh dan thaharah. Penelitian ini menghasilkan prototipe modul suplemen Fikih berbasis naratif serta model pembelajaran Problem-Based Learning yang mendukung pencegahan kekerasan seksual dan memperkuat fungsi transformatif Pendidikan Agama Islam di madrasah.
References
Barrows, H. S. (1996). Problem-based learning in medicine and beyond: A brief overview. New Directions for Teaching and Learning, 1996(68), 3–12. https://doi.org/10.1002/tl.37219966804
Denzin, N. K. (2012). Triangulation 2.0. Journal of Mixed Methods Research, 6(2), 80–88. https://doi.org/10.1177/1558689812437186
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Herder and Herder.
Goodson, I. F., & Gill, S. R. (2011). Narrative pedagogy: Life history and learning. Peter Lang.
Habermas, J. (1988). On the logic of the social sciences (S. W. Nicholsen & J. A. Stark, Trans.). MIT Press.
Kementerian Agama RI. (2020). Fikih Kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Direktorat KSKK Madrasah.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mu'ammar, M. A. (2023). Revitalisasi pemikiran Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan seks anak di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–62. https://doi.org/10.14421/jpi.2023.121.45-62
Nasir, M. (2020). Deconstructing exoteric Fiqh pedagogy: Toward a transformative Islamic law instruction in Islamic schools. British Journal of Religious Education, 42(3), 312–325. https://doi.org/10.1080/01416200.2019.1672431
Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the human sciences: Essays on language, action and interpretation (J. B. Thompson, Trans.). Cambridge University Press.
Rohman, A. (2022). Pendidikan seksualitas komprehensif dalam Islam: Menjembatani jurang teologis dan sekuler di sekolah umum. Jurnal Studi Agama-Agama, 18(2), 115–134. https://doi.org/10.15575/jsa.v18i2.16452
Sholeh, M. (2021). Kritik kurikulum Fikih thaharah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah Islam. Jurnal Kurikulum Teoretis, 9(2), 201–218.
Strauss, A., & Corbin, J. (1998). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (2nd ed.). SAGE Publications.
Ulwan, A. N. (1981). Tarbiyatul Awlad fil Islam (Vol. 2). Dar al-Salam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 RIYADHAH - Jurnal Pendidikan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

